CONFLICT OF INTEREST

Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik, dalam kamus besar Bahasa Indonesia (2002) diartikan sebagai percekcokan, perselisihan, dan pertentangan. Menurut Kartono & Gulo (1987), konflik berarti ketidaksepakatan dalam satu pendapat emosi dan tindakan dengan orang lain. Keadaan mental merupakan hasil impuls-impuls, hasrat-hasrat, keinginan-keinginan dan sebagainya yang saling bertentangan, namun bekerja dalam saat yang bersamaan. Konflik biasanya diberi pengertian sebagai satu bentuk perbedaan atau pertentangan ide, pendapat, faham dan kepentingan di antara dua pihak atau lebih.

  1. Pasal 293 UULLAJ No. 22 tahun 2009 berbunyi mengendarai sepeda motor di jalan tidak menyalakan lampu utama pada siang hari akan dipidana kurungan 15 hari denda Rp 100.000 . ..  tapi bisa lihat dijalan-jalan berapa persen yang menyalakan lampu dan berapa persen yang masih tidak menyalakan lampu saat berkendara disiang hari?

Sebenarnya kenapa peraturan ini belum bisa dilaksanakan secara menyeluruh. Dari sisi konsumen ada dua kepentingan yang dirasakan yakni kepentingan keselamatan dan kepentingan ekonomi. Dari segi keselamatan, sudah jelas banyak hasil survei yang menyebutkan bahwa DRL secara signifikan memang dapat menurunkan angka kecelakaan. seperti contohnya:

  • Di Norwegia, DRL efektif menurunkan angka kecelakaan sebanyak 10%
  • Di denmark, peraturan DRL dapat menurunkan angka kecelakaan sebayak 7% umum dan 35% kecelakaan belok kiri selama 15 bulan aplikasi DRL
  • Studi di kanada tahun 94 menghasilkan data bahwa DRL dapat mereduksi kecelakaan sebanyak 11, dan mungkin masih banyak lagi hasil hasil riset yang menguatkan hal ini.

Sedangkan dari segi Ekonomi akan meningkatkan penggunaan BBM, memperpendek usia bohlam, sikring cepat putus sampai mempercepat life cycle dari aki.

 

  1. Bisnis narkoba di Indonesia sangat menguntungkan. Sebab, selain bisa bermodal kecil berpenghasilan besar, pasarnya pun kuat.

Menurut Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Anjan P Putra, harga sabu di Iran Rp 100.000 per kilogram, sementara di Jakarta mencapai Rp 1 miliar sampai Rp 2 miliar. Salah satu kasus yang mengindikasikan hal itu terjadi pada kasus kepemilikan sabu oleh dr Eddy Widjaya Alamsyah, warga Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, dalam memproduksi sabu seberat 400 gram. Kasus ini terkesan janggal di persidangan. Dengan alasan sakit, majelis hakim yang diketuai Arthur Hangewa tidak menahan dia. Vonis pun ditunda hingga tiga kali. Saat palu diketok, ketua majelis hakim mengatakan, Eddy dihukum penjara tujuh tahun, Maret lalu, tetapi sampai April lalu terpidana belum dipenjara.

 

Contoh benturan kepentingan terserak pada kasus pengungkapan pengendalian bisnis sabu dan ekstasi dari penjara. Berulang kali dikeluhkan, penggerebekan narkoba yang dilakukan di penjara selalu berakhir sia-sia. Sebab, ada sejumlah sipir penjara tidak rela pendapatan tambahan dari bisnis narkoba di penjara hilang. Seperti kasus kurir narkoba oleh sipir penjara Abdurrahman Hasibuan di Rutan Salemba, Jakarta Pusat, tahun 2005. Larangan penggunaan ponsel aktif sulit diterapkan. Padahal, ponsel jadi alat pengendalian jejaring bisnis narkoba di penjara. Berbagai benturan kepentingan ini membuat hakim tidak mampu membedakan mana korban dan mana pebisnis narkoba. Yang menentukan pada akhir babak penanganan kasus narkoba adalah berapa besar uang panas itu didistribusikan. Bisnis narkoba pun bergeming di tengah konflik kepentingan penegak hukum.

  1. Segala kepentingan pribadi yang berhubungan dengan kepentingan perusahaan.

Contoh: Ketika seorang karyawan mendapatkan tugas keluar kota dari perusahaan tempat dia berkerja dia memanfaatkan sebagian dari waktu tersebut untuk sekalian berlibur dengan anggota keluarganya.

Segala hubungan bisnis atas nama perusahaan dengan personal yang masih ada hubungan keluarga (family) atau dengan perusahaan yang dikontrol oleh personal tersebut.

Contoh: Seorang karyawan di suatu perusahaan memasukkan anggota keluarganya untuk dapat menempati suatu posisi di perusahaan tersebut tanpa harus melewati tahapan recruitment seperti para pencari kerja lainnya.

Segala posisi dimana karyawan dan pimpinan perusahaan mempunyai pengaruh atau control terhadap evaluasi hasil pekerjaan atau kompensasi dari personal yang masih ada hubungan keluarga

Contoh: Seorang manajer memberikan evaluasi hasil kerja yang baik terhadap anggota keluarganya yang bekerja di perusahaan itu juga, padahal kinerja dari anggota keluarganya itu tidak sesuai dengan hasil laporan yang dilaporkan oleh manajer tersebut.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: