HIPOTESiS

Chapter 11: Penjelasan dan Hipotesa
Kaitan antara suatu penjelasan dan hipotesis: hipotesis salah satu cara untuk memperoleh
penjelasan(jawaban/fakta) atas suatu masalah.
Hipotesis: tebakan/dugaan yang kemungkinan dapat mengacu pada suatu fakta.
Perlu Tidaknya Suatu Hipotesis
Perlunya Hipotesis: Memberi panduan dan cakupan dalam memecahkan masalah, sehingga
proses pemecahan masalah menjadi lebih mudah, lebih efektif dan lebih efisien.
Namun terkadang Hipotesis tidak terlalu diperlukan pada kasus-kasus tertentu yang absolut
dan definit. Contoh: HP di dalam saku celana berdering, kita tidak perlu melakukan hipotesis
untuk mengetahui dari mana asal HP yang berdering itu, langsung saja merogoh saku celana.
Hipotesis biasanya digunakan untuk menjawab permasalan: ‘mengapa begini/begitu’, ‘apa
alasannya’, ‘apa penyebabnya’.
Kesalahan Suatu Hipotesis
Terkadang, penggunaan Hipotesis tidak menjamin suatu masalah dapat dengan berhasil
dipecahkan, antara lain karena:
Pemilihan Hipotesis yang salah dapat menuju pada jawaban/sasaran yang kurang tepat.
GNU Free Document License – Silakan secara bebas menggandakan dokumen ini 2
Scientific Thinking Ch. 10 and 11
Penggunaan Hipotesis yang benar terhadap suatu masalah belum tentu menjamin jawaban
yang memuaskan dapat diperoleh ketika hipotesis tersebut diuji.
Bak Mandi dan Mimpi
Bak mandi Archimedes mendapatkan ide hipotesis untuk menghitung volume mahkota raja.
Mimpi seorang ahli kimia, August Kekule, memperoleh ide hipotesis untuk mengetahui struktur
molekul benzene, melalui mimpi ular yang menggigit ekornya sendiri.
Analogi, Salah Satu Sumber Hipotesis
Penggunaan analogi (adanya kesamaan ciri khas) dalam membangun suatu Hipotesis akan
memudahkan dalam pemecahan suatu masalah yang dianggap relevan (dianalogikan) dengan
fakta lain. Contoh: Rutherford menganalogikan struktur atom dengan sistem tata surya.
Apakah Ada Aturan dalam Penyusunan Hipotesis?
Hipotesis dapat datang dari mana saja. Tidak ada aturan-aturan, karena terkadang inspirasi
dan kreativitas dapat menjadi sumber hipotesis.
Kemampuan dalam membuat suatu hipotesis dapat dilatih dengan bakat dan minat pada
disiplin ilmu yang ditekuni dimana masalah tersebut ada. Tentunya sense terhadap analogianalogi
yang ada juga diperlukan. Intinya dengan kerja keras, kreativitas dan imaginasi, Kita
dapat menemukan suatu hipotesis yang cukup jitu dalam memecahkan suatu masalah.

TAHAP 1: BERTEORI (deduktif)
Peneliti berteori terhadap persoalan yang sedang dihadapi. Misal: peneliti melihat pertumbuhan jumlah kaki lima (ini dilihat sebagai suatu gejala masalah pengangguran yang kemudian akan menelusuri berbagai literatur yang ada, terutama teori sosial dan ekonomi, kemudian mulai menjelaskan (berteori) mengenai kaki lima tersebut)

TAHAP 2: BERHIPOTESIS
Peneliti diarahkan oleh produk berpikir deduktif untuk memberi jawaban logis terhadap apa yang sedang menjadi pusat perhatian dalam penelitian, dan akhirnya produk berpikir deduktif menjadi jawaban sementara terhadap apa yang dipertanyakan dalam penelitian dan menjadi perhatian itu. Jawaban tersebut dinamakan hipotesis.

Hipotesis bukan jawaban final penelitian, akan tetapi merupakan jawaban sementara tentang hubungan antara gejala-gejala yang menjadi permasalahan dalam proses penelitian.

Hipotesis diajukan dalam bentuk dugaan kerja atau dugaan teoretis yang merupakan dasar dalam menjelaskan kemungkinan adanya hubungan tersebut.

TAHAP 3: PENYEDIAAN PERANGKAT PENELITIAN
Berupa : Metode Penelitian, yaitu sebuah proses yang terdiri dari:

  • rangkaian tata cara pengumpulan data,
  • diteruskan dengan merekam data di lapangan (hipotesisi diadili)
  • Penerimaan atau penolakan hipotesis. Hipotesis penelitian diterima berarti fakta “menolak” hipotesis, sedang apabila “diterima” berarti sebaliknya.

TAHAP 4: PROSES ANALISIS INDUKTIF
Simpulan-simpulan fakta atas hipotesis menjadi jawaban “sebenarnya” pada penelitian yang dilakukan oleh peneliti kali ini. Namun belum berhenti sampai suatu proses ilmiah dari penelitian tersebut. Karena setelah selesai mengumpulkan data dan pengujian-pengujian hipotesis, peneliti harus melakukan serangkaian proses analisis. Berarti peneliti berjalan dari hal-hal yang khusus (fakta) menuju kepada hal-hal yang umum, yaitu teori keilmuan yang merupakan sumber hipotesis dalam proses ilmiah ini.

Inilah bobot proses dari penelitian dan ilmu pengetahuan yang sempurna, yang membuat keduanya tak mungkin dipisahkan satu sama lain.

sumber : Handout Metode Penelitian Sosial (MPS). Ilmu Administrasi Negara FISIP Unila.

Tulisan Yang Berkaitan:

  1. Proses Jaring Aspirasi Masyarakat p align=”justify”strongPROSES PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM PENYUSUNAN RENSTRA KOTA BANDAR LAMPUNG/strong /p p align=”justify”Di dalam penyusunan rentra Kota Bandar Lampung masyarakat…
  2. Langkah-langkah Dalam Penelitian Sejarah Penelitian sejarah adalah proses mengumpulkan, menguji dan menganalisis secara kritis rekaman-rekaman, peninggalan-peninggalan masa lampau, serta usaha melakukan sintesis dari data-data…
  3. Persyaratan Penelitian (research) Tanpa adanya penelitian, pengetahuan tidak akan bertambah maju. Padahal pengetahuan adalah dasar semua tindakan dan usaha. Jadi penelitian sebagai dasar…
  4. Jenis Pendekatan Penelitian Langkah memilih pendekatan penelitian lebih tepat ditempatkan setelah peneliti menentukan dengan tegas variabel penelitian. Dalam hal ini penulis berpendapat bahwa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: